Monday, July 3, 2017

Perihal Menolong

Sedih rasanya ketika menolong orang yang patah semangat, kucing cacingan, kucing diare dan hamil abnormal malah suami menunjukkan sikap tidak suka. Sedih sekali hati ini karena caranya itu tidak sesuai dengan perbuatannya sehari-hari yang rajin beribadah, membaca kitab suci sampai 4 kali dari awal sampai akhir, mantan ketua lingkungan pula.

Saya hanya berniat menolong tanpa ada embel-embel saya sendiri harus mampu, harus steril bebas kuman dan lain sebagainya. Mengapa dia begitu perhitungan dengan niat ini? malah marah-marah dan grundel langsung kepada orang yang sudah saya tolong? menunjukkan sikap tidak suka kepada kucing-kucing tersebut?

Ada pepatah dalam acara TV yang menyentuh hati saya.  Begini bunyinya :

Orang yang berhati lapang, dunia akan terasa luas. Akan tetapi jika terlalu perhitungan, dunia akan terasa sempit.

Yah, sekedar mengungkapkan isi hati ini yang saya tak tahu kepada siapa saya harus mengadu karena orang-orang yang menjadi panutan hidup telah tiada. Kedua kakek saya yang selalu iklas ketika menolong mahluk ciptaanNya.




Thursday, March 16, 2017

WAKTU

Waktu akan terus berjalan, tak bisa kita tahan. Kehidupan akan terus berlanjut selama nafas ini masih ada. Pada saat bahagia tak bisa kita menghentikan waktu untuk menikmati rasa bahagia lebih lama lagi dan ketika rasa sedih melanda kita tak mungkin mempercepat waktu agar kesedihan segera berlalu.

Namun apakah kita akan pasrah mengikuti jalannya waktu?

Monday, May 11, 2015

Cintailah Sesamamu seperti Tuhan Mencintaimu


Aku sudah aktif di lingkungan, aku menjadi pemimpin beberapa organisasi kerohanian, aku datang beribadah setiap minggu, aku sangat berbakti kepada orang tua dan saudara-saudaraku, aku selalu bersedia jika ditugaskan yang mengatas-namakan Tuhan. Bahkan aku sudah membaca kitab suci dari A sampai Z sebanyak tiga kali. Tetapi mengapa aku masih dikatakan egois , kejam dan 'cuek'?

Pertanyaan miring atau bahkan miris seperti ini seringkali tercetus dalam pemikiran beberapa orang gundah yang merasa dirinya beriman dan sudah mengikuti semua ajaran Tuhan, bahkan merasa kalau meninggal pasti masuk surga. Wahh...... angkuh sekali kelihatannya ya,....

Inilah suatu rasa yang menjebak dan mengikat hati kepada keegoisan diri. Mereka melaksanakan tugas Tuhan hanya untuk memuliakan dirinya sendiri. Dan pada akhirnya hatipun tetap tidak tenang, tidak bahagia bahkan seringkali memaksakan kehendak kepada orang lain ketika melaksanakan perntah Tuhan. Mereka akan menagih janji kepada Tuhan jika perjalanan hidupnya tidak berjalan mulus seperti perkiraannya.

"Tuhan, mengapa Engkau memberikan cobaan yang beruntun seperti ini kepadaku padahal aku sudah melaksanakan semua perintahMu?"

Mungkin Tuhan akan mendebat : "Perintah yang mana ya?" atau menjawab demikian : "Jika begitu mengapa hatimu masih saja gelisah dan mengeluh?"

Nah, pasti ada yang tidak beres dalam pemikiran dan prinsip hidupnya selama ini. Ada ajaran-ajaran Tuhan yang terlewatkan. Atau bahkan memiliki ajaran-ajaran baru yang menurut dirinya benar dan akhirnya tersesat.

Untuk mengetahuinya memang tidak mudah. Akan tetapi ada hal sederhana yang sering disebut oleh imam ketika kita beribadah. Marilah kita sama-sama menelaah kembali setiap tahap yang dilakukan ketika beribadah. Dari Pembukaan, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi dan Pengutusan. Apa sebenarnya pokok ajaran-ajaran ini menurut agama Katolik?

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena iman kita dibenarkan (Gal 2:16b; Rm 3:28); diselamatkan (2Tim 3:15). Oleh akan Kristus kita memperoleh pengampunan dosa dan mendapatkan bagian dalam kebahagiaan yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan (Kis 26:18b).

Doa yang ditujukan untuk menyatakan iman ada dalam Liturgi Sabda bagian Syahadat yaitu Doa Aku Percaya. Ya,......... ternyata kita sudah menyatakan iman setiap minggu dengan berdoa Aku Percaya. Namun mengapa masih gundah?

Semua ritual-ritual itu tidaklah cukup untuk menyamakan dan membenarkan sikap diri sudah sesuai dengan ajaran Yesus. Ada yang terlewatkan yaitu mau merendahkan hati untuk mengerti akan keinginan Yesus dan mencari tahu bagaimana cara Yesus mencintai kita, umatNya.

Ingatlah akan kisah sengsara Yesus sebelum Dia disalib untuk menebus dosa-dosa kita. Marilah kita bersama sama memberi ruang dan waktu pada diri akan bagaimana sikap dan prinsip Yesus ketika itu. Sakitnya dihina, dipukuli, ditusuk, memanggul salib yang berat sampai ibuNyapun tak mampu menolong, akan tetapi Yesus tidak protes, tidak melawan, tidak mengeluh karena satu prinsip. Menyelamatkan manusia dari dosa-dosa yang telah manusia perbuat. Yesus percaya bahwa melalui diriNya yang disalib akan menyelamatkan semua orang.

Apakah kita sudah mampu bersikap seperti Yesus ketika percobaan datang melanda? Apakah kita percaya bahwa Yesus setia mendampingi? Untuk siapakah selama ini kita melaksanakan semua ajaran Tuhan? Untuk kepentingan diri sendiri atau murni untuk memuliakan Tuhan?

Ketika semua sudah dibukakan, istilah 'cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri' lambat laun akan berubah menjadi 'cintailah sesamamu seperti Tuhan mencintaimu'.

Marilah kita sama-sama bercermin dan saling mengingatkan. Meluruskan jalan yang salah. 'Mumpung' masih ada waktu.
By : Giacinta Hanna

Tuesday, March 10, 2015

BARANG FANA

Dia tak terhempaskan dalam lautan kertas bernilai tanpa sebab yang jelas. Karena dia, kami bertahan untuk tak mengutamakan hati nurani terhadap darah daging kami sendiri. Karena kami hidup dari dia yang menjadi pahlawan penyelamat harga diri. Tanpanya, kami sudah tak terbentuk dalam suatu sosok wajar seorang empunya.

Sosok kami yang hina dina pada mulanya. Tak dipandang sebelah mata, tercelup dalam kubangan air kamar mandi ketika kami berulah, menorehkan noda dalam relung batin. Tak kami sadari terbawa sampai kini, dalam pemikiran dan tindakan. Adakah keinginan untuk membalasnya? entahlah.... kami tak mengerti relung hati kami sendiri.

Dia menjadi tumpuan hidup kami saat ini karena kami memujanya. Kami sepertinya akan tiada jika dia tak disisi kami lagi. Hati kami akan kosong dan hampa tanpanya. Kami sangat membutuhkannya melebihi darah daging kami sendiri. Ya,...... dia menjadi oksigen dalam setiap detik nafas yang kami hirup. Sangat melegakan dan memuaskan.

Dia adalah kertas bernlai itu, barang fana itu. Dia yang acap kali membuat kami tersesat dalam pemikiran iblis durhaka itu berupa kertas bernilai. Uang. Salahkah jika kami memujanya dengan sepenuh jiwa raga kami?


Tuesday, February 17, 2015

Yesuslah Jawaban

Yesuslah Jawaban
Terima kasih atas luka baru yang kau torehkan di batinku.
Untuk ini ku semakin percaya bahwa hanya Tuhan yang mencintaiku apa adanya.
Meskipun ku hidup tanpa arti dan pengakuan,
namun Kau setia disisiku.
Meskipun ku tak mampu menyenangkan hatiMu selalu,
namun Kau selalu siap sedia bila ku bermasalah.
Kurasakan kasihnya ke lain hati,
tetapi ku yakin tak ada yang melebihi kasihNya pada diriku.
Ku setia mengabdi padamu yang berbalas dusta,
namun Kau selalu mengiringi jalanku.
Ku goyah dalam kedudukanku sebagai istri,
namun ku percaya diri bila dekat dengaMu.
Maafkan jika ku sering bermain dengan pikiranku sendiri,
dalam rasa kecewa ku lupa bahwa Engkau selalu hadir menemani.
Kini ku serahkan hidupku hanya kepada rencanaMu.

Friday, April 25, 2014

Sering Mengeluh, Tuhan akan bosan!

"Kamu tahu mengapa rejeki setiap orang berbeda? Kemarin saya bertemu seorang Bapak. Kerjanya mancing, santai akan tetapi mampu menyumbang ke gereja begitu besar, mampu membuatkan kaos untuk para pastur yang diberikan secara gratis, memberikan konsumsi gratis pada acara-acara tertentu di lingkungan gereja. Disamping itu ada Bapak lain yang kerja dari pagi sampai malam akan tetapi rejekinya 'kok seret'." ujar orang terdekat saya suatu waktu.

Saya sempat berpikir juga mengapa ya Tuhan memberikan ke satu orang begitu mudah hidupnya dalam kelimpahan harta sedangkan orang yang lainnya begitu sulit memperjuangkan sesuap nasi setiap harinya. Apakah mungkin Tuhan pilih kasih terhadap ciptaanNya?

Ataukah cara pandang manusia terhadap Tuhan yang salah? menuntut kepadaNya terlalu berlebihan dan membuat target yang berubah-rubah? Jadi seakan-akan orang tersebut tidak pernah ditolong olehNya. ataukah memang rejekinya yang terbatas?

Akhirnya saya memberikan sedikit padangan kepada orang terdekat tersebut. Mengapa kamu merasa hidupmu selalu susah dan setiap saat berkeluh kesah sedangkan orang tersebut begitu bahagia dengan kehidupan yang dia terima?

Ada kemungkinan permintaanmulah yang selalu berubah. Artinya ketika kamu meminta kepada Tuhan misalnya agar diberikan mobil dan Tuhan mengabulkannya, kamu bukannya merasa puas, bersyukur dan berterima kasih padaNya akan tetapi menuntut permintaan yang lain lagi misalnya agar diberikan rumah ke dua.

Ketika perjuangan untuk mendapatkan rumah kedua ini tidak begitu mulus, kamu menyalahkan Tuhan yang tidak memperhatikanmu dan merasa kamu sudah berjuang sepanjang hari tetapi belum ada tanda-tanda rumah ke dua ini akan kamu miliki. Akhirnya kamu berkeluh kesah terus dan merasa menjadi orang termiskin di dunia ini.

Jadi menurut saya yang terpenting dalam hidup ini adalah mensyukuri semua yang sudah Tuhan berikan kepada saya. Kebutuhan pokok, keluarga yang sehat, rejeki yang selalu ada, rasa bahagia ketika menikmati tontonan menghibur, bisa bercengkerama dengan anak-anak dan lain sebagainya. Itulah kekayaan yang sebenarnya yang lebih penting dibandingkan dengan kekayaan materi. 

Thursday, March 6, 2014

Pasrah itu Damai

Setiap detik kehidupan, setiap nafas yang kita hirup memberikan rasa. Sedih, bahagia, khawatir, marah, dan lainnya. Semua rasa silih berganti menghampiri diri. Kesedihan akan menimbulkan air mata, kebahagiaan akan membuat wajah ceria, tersenyum dan semua terlihat indah. Kekhawatiran, amarah akan menimbulkan depresi.

Namun apakah semua rasa itu akan kita biarkan begitu saja, tanpa ada usaha dari kita untuk menetralkan semua rasa? artinya ketika kita bersedih, kita mebiarkan diri terlalu larut dalam air mata. Begitu pula halnya ketika kita bahagia, kita membiarkan diri terlalu gembira sampai berjingkrak-jingkrak?

Tentu saja jika semua rasa dibiarkan begitu saja akan memberikan ketidakstabilan emosi. Jika sudah begini, bagaimana agar emosi tetap stabil dalam keadaan apapun? Kita perlu latihan mengendalikan diri. Misalnya sediakan waktu untuk mengheningkan diri. Dalam hening dan diam ketenangan akan tercapai. Segala emosi dalam diri secara perlahan akan terkendali.

Ketika berdiam, dekatkanlah diri kepada Sang Pencipta dengan berkomunikasi. Semakin sering kita melakukan ini maka perubahan akan tercapai. Pengendalian diri akan nampak dalam sikap sehari-hari yang tenang, matang, tidak menggebu-gebu dan begitu 'cool'.

Yang terpenting adalah menyerahkan semua keadaaan kepada Tuhan. Biarkanlah Tuhan yang bekerja untuk diri kita. Karena pasrah itu damai. Semoga ide saya ini akan membawa berkat bagi orang banyak. Amin.

Tuesday, January 14, 2014

Happy Anniversary-january,14 , 2014

Today, eighteen years ago. Without being felt, had we passed. If I may say yes pretty heavy weight. But happiness is very different. Our wholeness, is the greatest gift that God has given throughout life. Hopefully this trip will continue on without a hitch and pain together until we become frail.

Saturday, November 23, 2013

Beri Aku Jawaban

Kupikir,.... semua masalah akan selesai jika aku membantu suami mencari tambahan penghasilan dengan berjualan makanan hasil ideku. Tetapi nyatanya setelah berjalan empat tahun, semuanya berubah. Keinginanpun berubah menjadi lebih sulit dan rumit.

Kupikir,..... dengan mendapatkan tambahan lima ratus ribu dalam satu bulan cukup untuk membiayai rumah tangga. Tetapi nyatanya dengan bertambahnya kebutuhan maka uang tambahan itu menjadi tidak cukup sampai akhir bulan.

Target penjualan harus diperbesar agar keuntungan berlipat. Segala macam cara dipikirkan dan ambisi untuk mendapatkan uang lebih dari lima ratus ribu sebulan semakin menjadi. Kejadian ini terus berkembang. Motor baru sudah dapat, anak-anak mampu les musik, uang saku dipertebal, makan mewah seminggu sekali sudah kami rasakan, laudry pakaian sudah kami lakukan. Membantu orang tuapun kami sudah mampu. Namun sepertinya masih saja kurang. Aku masih dimintai uang, dituntut mau renovasi rumah dengan biaya enam ratus juta. Alamak!

Aku hanyalah wanita biasa, ibu rumah tangga yang ingin mengalami pembebasan dari tekanan biaya, mertua dan suami. Aku hanya ingin hidup sedikit lebih bahagia. Tidak pantaskah aku menerimanya? Aku mampu mengatur biaya agar selalu cukup sampai akhir bulan meskipun kebutuhan dan keinginan selalu bertambah. Namun untuk mencicil sampai enam ratus juta, aku tidak mampu.

Melihat ini semua, ku sadar bahwa mencari uang tambahan memberi peluang untuk berpikir tentang ketamakan duniawi. Meskipun mertua sudah mulai mau menyapa lembut akan tetapi uang tidak menyelesaikan masalah yang sebenarnya. Dan,.... aku mulai muak dengan keadaan ini. Sangat muak!

Kemana kan kucari kedamaian yang hakiki? jauh dari keserakahan dan tuntutan duniawi. jauh dari kata-kata yang berucap uang, gaji, untung, omset. Aku mulai lelah ya Tuhan. Tolong beri aku ruang untuk menenangkan diri dan meneruskan hidup sampai pada akhirnya bersemayam kekal di rumahMu. Beri aku jawaban.




Saturday, October 26, 2013

Bias Taqwa

Dibalik sebuah doa ada cerita tentang suatu peristiwa yang menimbulkan prahara.
Orang kaya begitu berkuasa mengaturnya. Sedangkan orang tak punya hanya menatap iba. Mengiakan setiap kata yang nyatanya tanpa rasa.
Daya dana untuk menjadi pemuka membiaskan tujuan semula. Bertaqwa kepada harta atau Yang Esa.
Orang tak punya hanya diam tanpa daya. Semakin khusuk berdoa agar diberikan kesabaran ketika bersama.
Gedung mewah jadi rumah Tuhan tanda kuasa, namun tak ada surga disana. Semuanya kosong dan hampa tanpa makna.
Rumah Yang Esa sudah berubah rupa menjadi sarana unjuk harta.
Kapankah akan kembali seperti semula?

Wednesday, October 16, 2013

Alternatif Mengurangi Rasa Sedih

Ketika kita bersedih tak selamanya harus mengeluarkan air mata. Dengan mendengarkan musik keras menggunakan headset bersuara prima bisa menjadi alternatif. Dengarkanlah sampai kepedihan dalam hati memudar. Pakailah sepanjang hari sambil mengerjakan semua kegiatan. Itu akan sedikit mengurangi rasa.

Ada beberapa lagu yang dapat dicoba seperti Lupa-lupa Ingat dari Kuburan Band versi DJ Kenny ic.30, Somebody that I Use to Know dengan vocalist Elliot Smith, She Will Be Love dengan vocalist Maroon5, On The Floor dengan vocalist Jeniver Lopez, Give It to Me dengan vocalist Sistar. silahkan 'googling di internet. Jika mendengarkan lagu-lagu ini dengan volume agak keras itu cukup membuat hati kembali ceria.

Jika masih tidak mampu mengurangi kepedihan, ada baiknya berhadapan langsung dengan si 'Pencetus Sedih'. Bicarakan baik-baik mengenai tingkah laku mana yang  membuat sedih, kecewa dan marah. Kalaupun ada sanggahan dari si 'Pencetus Sedih', tidak ada salahnya berbicara sedikit keras dan agak berteriak untuk memberikan 'shock teraphy'. Jangan terlalu keras, khawatirnya si 'Pencetus Sedih' mengidap penyakit jantung.

Jika kepedihan masih membandel, ada baiknya mendiamkan masalah beberapa waktu dan berikan ruang pada diri untuk berfikir dan bercermin. Amatilah pula orang-orang disekitar. ajaklah bicara. Bandingkanlah penderitaaan mereka dengan Anda. Apakah nasib Anda termasuk peringkat teratas, tengah atau peringkat bawah?

Selamat mencoba!


Sunday, November 11, 2012

Prinsip Hidup

Hidup terikat materi adalah sia-sia. Kita butuh materi tetapi janganlah materi menguasai kehidupan kita karena pada akhirnya semua akan ditinggalkan ketika saatnya tiba menghadap Tuhan.

Dalam pengadilan nanti, kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan selama hidup. Bukan berapa banyak materi yang kita dapatkan yang dinilai akan tetapi berapa banyak kita melakukan kebaikan. 

Melakukan tingkah laku yang baik, tidak meremehkan kejujuran, bekerja dengan baik dan benar, berbicara yang sesuai dengan perbuatan, peduli akan kesulitan orang lain dan selalu mengingat akan kebesaran Tuhan itulah yang utama.

Apa arti sebuah keangkuhan manusia terhadap materi dibandingkan dengan Sang Pencipta sebagai pemilik alam semesta ini? Tuhan saja begitu sederhana dalam penampilan dan bersikap. Jauh dari kesan angkuh bahkan bersikap melayani. Padahal Tuhan sangat kaya raya. Dia pemilik alam semesta ini. Tetapi Dia selalu bersikap rendah hati dan tidak memilih-milih ketika menolong. 

Mengapa manusia cepat terjebak dalam sikap angkuh dan sombong ketika materi menguasai diri? Karena manusia memiliki kelemahan seperti senang mendapatkan pujian dan penghormatan, rasa nyaman karena dimanjakan oleh kemewahan materi dan lupa terhadap penciptanya.

Jika kita mulai bercermin, kita hanyalah seonggok debu tak berharga dibandingkan dengan seluruh alam semesta, hasil ciptaanNya. Oleh sebab itu kita tidak perlu lagi memelihara keangkuhan dalam diri karena semua percuma saja.

Monday, October 29, 2012

Biarlah Terus Seperti Ini

Ketika kecewa datang lagi
Ada rasa menjulang tinggi
Dibalik kata menyentuh hati
Tanda kasih tiada henti

Inikah yang dinamakan takdir
Ataukah hadiah dari Ilahi
Untuk anak-Nya yang dicintai
Agar senantiasa tersenyum ceria

Biarlah terus seperti ini
Meski jarak terpisah jauh
Ku ingin bersama selalu
kerinduan tak terbatas raga

Ketika sendiri, ku iseng mencoret2 sambil mendengarkan lagu ini. Ku sangat tersentuh. Ku dengarkan berulang-ulang. Tak ada rasa bosan. Diulang kembali. Dan jiwa ini serasa terbawa ke awan, jauh tinggi dan semakin tinggi, terlepas dari permasalahan dunia. Damai, tenang, sejahtera. Mungkin inilah yang dinamakan dengan kebebasan jiwa. Entahlah,......


Damai Bersama-Mu
Chrisye

Aku Termenung Di Bawah Mentari
Di Antara Megahnya Alam Ini
Menikmati Indahnya Kasih-Mu
Kurasakan Damainya Hatiku

Sabda-Mu Bagai Air Yang Mengalir
Basahi Panas Terik Di Hatiku
Menerangi Semua Jalanku
Kurasakan Tenteramnya Hatiku

Reff;
Jangan Biarkan Damai Ini Pergi
Jangan Biarkan Semuanya Berlalu
Hanya Pada-Mu Tuhan
Tempatku Berteduh
Dari Semua Kepalsuan Dunia

Bila Ku Jauh Dari Diri-Mu
Akan Kutempuh Semua Perjalanan
Agar Selalu Ada Dekat-Mu
Biar Kurasakan Lembutnya Kasih-Mu












Wednesday, October 24, 2012

Akankah ruang itu dibiarkan kosong selamanya?

Wanita menganggap hari ulang tahun adalah hari istimewa padahal itu akan berulang setiap tahun. Beda halnya dengan cara pandang pria. Bagi pria, yang utama adalah jika dia telah memenuhi tanggung jawabnya dengan bekerja dan menghasilkan uang untuk keluarga itu sudah merupakan hadiah istimewa yang diberikan untuk si wanita.

Hanya rasa si wanita tak bisa dihibur dengan pemikiran logis seperti itu. Dia tetap butuh sesuatu yang merasa bahwa hari ulang tahun itu begitu istimewa selain pemberikan materi setiap bulan. 'Maruk'? rasanya tidak juga. 

Si Wanita adalah bagian dari hidup yang menemani sepanjang hidup. Dia melihat bahwa si pria bisa membuat koleganya merasa istimewa tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Dia bisa melayani kebutuhan koleganya yang berbeda satu dengan lainnya tanpa mngeluarkan sejumlah rupiah. Apa si wanita merasa dia hanya mendapatkan perhatian sisa? 

Dan ternyata lagi, ruang kosong itu ada yang ingin mengisinya. Tanpa rupiah dan rekening bank. Ruang itu akan diisi dengan perhatian, waktu, kelembutan dan kasih sayang. Ruang itu tidak dibiarkannya dingin tak berpenghuni. si pengisi ingin ruangan itu menjadi lebih hidup dan bernyawa. Akanlah dia mampu menangkisnya dan membiarkan ruang itu tetap kosong selamanya sampai waktunya tiba menghadap Bapa?

Pasti. Ini adalah pilihan pelayanan yang dia berikan kepada Tuhan. Pelayanan untuk tetap setia selamanya apapun keadaannya. Ini adalah tanda terima kasih yang tulus diberikan oleh si wanita untuk Tuhan yang telah mencintai dan memperhatikannya setiap waktu, setiap detik terutama ketika si wanita sedang gundah.


Wednesday, October 10, 2012

Kau Tak Merasa Ku Ada

Ku tak ada dalam anganmu
Ku bukan jiwamu
Tak pernah ku dijaga olehmu
Tak pernah ku dilindungi

Ku bukan pula pendampingmu
Dalam suka maupun duka
Namun aku ada di depanmu
Bergerak kesana kesini

Sendiri dan selalu sendiri
Dengan kekhawatiran dan kesedihan
Dengan bahagia dan derita
Kurasakan sendiri

Ku ingin berbagi rasa ini
Namun kesempatan telah tercuri
Oleh satu nama yang disebut
pelayanan masyarakat

Kau tak merasa ku ada
Kau beri hanya satu warna
untuk selamanya
untuk setiap kesempatan




Thursday, June 21, 2012

Hutanku, nafasku

Tanah yang subur
Akankah turun perlahan
Sebab kini akar kuat
Yang setia menyanggamu
Sudah semakin berkurang
Hutan-hutan perawan
Yang katanya paru-paru dunia
Semakin menurun perannya
Yang katanya produsen oksigen
Penyelamat udara tercemar
Semakin tak dipedulikan kerjanya
Kemana lagi mahluk hidup
akan tinggal menetap
kini peran tanah gersang
telah merampas alam lestari.

Sunday, March 18, 2012

Perlukah target dalam hidup?


Ketika aku asik menyetir, tiba-tiba anakku yang seringkali menjadi teman seperjalanan berujar,“Ma, kalau hidup itu harus punya target ya?”

Kendaraanku agak ‘oleng’sejenak mendengar pertanyaannya, namun segera bisa kukendalikan. Aku baru sadar bahwa anakku sudah mulai besar. Semakin banyak yang dia lihat dalam kehidupan. Pandangannya semakin bertumbuh dan semakin banyak pertanyaan dibenaknya yang membutuhkan jawaban. Seringkali pertanyaan-pertanyaannya diluar jangkauan pengetahuan kami, orang tuanya. Namun kami harus mampu memberikan jawaban yang pasti agar dia bisa mengerti, agar pertanyaannya terjawab.

"Iya dong. Jika kita punya target maka kita lebih semangat menjalani hidup. Misalnya target pengusaha adalah bulan ini penjualan harus mencapai angka 1000. Maka dalam satu bulan dia akan disibukkan dengan mencari cara dan upaya agar target tercapai diakhir bulan. Dia akan disibukkan untuk membuat jadwal penjualan dalam satu minggu. Kemudian minggu ke dua diamati kira-kira target akhir bulan tercapai atau tidak. Jika penjualan masih jauh dari angka 1000, di minggu ke dua dia akan disibukkan dengan merubah cara menjual yang lebih menarik agar lebih banyak orang yang membeli produknya. Begitu seterusnya. Kalau target tidak tercapai dalam bulan ini, maka jangan putus asa. lanjutkan di bulan berikutnya. Cari cara agar penjualan semakin banyak seperti merubah produk, kemasan, dan lain-lain sampai target tercapai. Seru kan hidup ini?" ujarku.

"Terus, ma,....gimana kalau orang hidup tidak punya target?"

Nah loh! Tadi tanya hidup harus punya target. Sekarang ingin tahu kemungkinan orang yang hidupnya tidak memiliki target. Aku kembali berpikir keras. Kali ini kendaraanku tidak oleng namun agak sedikit ketengah jalan padahal sudah waktunya belok kiri. Ini resiko ngobrol sambil menyetir. Tapi tidak apa-apa. Justru perjalanan rutin menuju tempat kerja semakin berwarna dan bermakna dengan adanya pertanyaan-pertanyaan kritis ini.

"Kalau hidup tidak punya target menurut mama sangat membosankan. Bayangkanlah jika kegiatan kita setiap hari hanya di rumah. Makan tidur, MCK, 'bengong', diam, makan lagi, tidur lagi, MCK lagi...begitu terus. Nonton TV tidak suka, baca koran apalagi. Memelihara binatang tidak suka, hobi rasanya tidak punya. Apa tidak 'bikin bete'? Padahal hidup ini bisa dibuat asik. Meskipun banyak orang bilang hidup ini singkat, tetapi tetap harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat supaya proses menjalani hidup menjadi bersemangat. Dan akhirnya akan berguna juga untuk hidup kamu."

"Hm,...ya ya....ngerti. Aku nangkep deh maksud mama."

"Jadi sebenarnya yang seru itu adalah ketika kita menjalani proses menuju tujuan hidup. Misalnya tujuan hidup kita adalah ingin menjadi seniman IT. Maka dalam prosesnya, kamu harus membuat target bertahap misalnya tahun pertama mempelajari teori melukis, tahun kedua mempelajari teori IT, tahun ketiga mempelajari bahan-bahan kontemporer, dan lain sebagainya. Dalam proses mencapai target kamu akan banyak menemukan hal-hal yang mudah sekaligus sulit dipecahkan. Disinilah asiknya menjalani hidup. Ehh,....mendapatkan cewek cantikpun merupakan target yang membuat kamu semakin bersemangat menjalani hidup loh!"

Aku tak tahu apakah penjelasan ini cukup memuaskan dia atau tidak. Yang penting aku sudah berusaha menjelaskan sesuai dengan daya tangkapnya dan dalam proses menjelaskan ini aku merasa semakin dekat dengan anakku. Seru bukan memiliki anak-anak ABG?

Jika kita melihat segala sesuatu dari sisi positif
Jika kita bisa merubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin
Jika kita mampu membuat hidup ini seru
Jika kita mampu merubah dunia
Maka segala hal akan terasa menyenangkan dan indah
Maka hidup akan berguna bagi diri dan orang lain
Bagi negara dan bangsa, bagi kemuliaan namaNya.

Tuesday, February 7, 2012


Cerita Nenek Gayung dari berbagai sumber


Oleh: Giacinta Hanna

Karyawan-karyawan saya kemarin sore terlihat ketakutan dan sedikit pucat. Ada dua hal yang menyebabkan wajah mereka begitu berbeda dari biasanya. Pertama karena ada 'sidak' oleh saya dan suami, tertangkap basah ketika mereka mengobrol sangat seru dengan teman-temannya di depan counter Tasty dan lupa bahwa saat itu mereka sedang bekerja bukan sedang libur. Kedua karena mendengar cerita menakutkan tentang Nenek Gayung.

Sayapun baru tahu cerita yang katanya sedang santer ini dari mereka. Saya merasa aneh mengapa cerita yang tidak masuk logika ini sampai mempengaruhi pikiran. Dan dalam proses menduga-duga, timbul beberapa kemungkinan yang membuat mereka begitu katakutan. Kemungkinan pertama adalah masyarakat kita masih percaya dengan hal-hal yang berbau mistik. Kedua adalah adanya acara-acara di televisi lokal yang banyak menayangkan cerita-cerita horor seperti berkomunikasi dengan penunggu danau, memperlihatkan bagaimana ketika orang kesurupan, menanggapi ahli-ahli hantu secara berlebihan seperti menanyakan bagaimana wujud hantu itu dan lain sebagainya. Ketiga adalah ingin mengalihkan perhatian masyarakat agar tidak mengurusi hal-hal yang berbau politik. Jika perhatian mereka beralih kepada Nenek Gayung, maka permasalahan kursi milyaran, permasalahan uang gaib yang masuk rekening, permasalahan ketidak-tegasan pemimpin mudah mereka lupakan. Namun ini hanya sekedar dugaan saya.

Yang jelas, janganlah mudah terpengaruh cerita yang tidak masuk akal ini dan lebih baik jika memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang lebih berguna seperti bagaimana meningkatkan keahlian, meningkatkan semangat kerja dan sebagainya daripada hanya 'ngerumpi' cerita bohong ini. Dan yang terpenting adalah memperkuat iman sesuai dengan agama masing-masing agar tidak mudah goyah.

Nenek Gayung - Cerita Kisah Mistis di Jakarta

Nenek gayung - cerita kisah mistis di Jakarta, fenomena nenek gayung tikar di daerah BKT atau lebih kerennya banjir kanal timur Jakarta sekarang ini lagi heboh diperbincangkan oleh masyarakat terutama di wilayah ibu kota Jakarta. Anda mungkin penasaran siapa itu nenek gayung? dan bagaimana mitos cerita kisah nenek gayung ini sampai beredar luas?. Mudah-mudahan penjelasan berikut ini dapat membuat Anda berpikir lebih jernih dan alasan kebenaran tentang fenomena nenek gayung di bkt Jakarta Timur ini.

Cerita kisah mistis nenek gayung mulai beredar sekitar akhir desember 2011 sampai januari 2012 ini. Nama nenek gayung menjadi perbincangan yang ramai di Indonesia, terutama di wilayah Jakarta. Dan belakangan ini mulai santer dan heboh di beritakan di berbagai situs termasuk di Indo Terbaru ini. 

Sosok nenek gayung digambarkan sebagai seorang nenek tua renta berpakaian serba hitam dan yang kemana-mana selalu membawa gayung dan segulung tikar lusuh. Ia bisa muncul sewaktu-waktu dan tanpa diduga. Yang membuat sosok nenek gayung ini dapat membuat bulu kuduk anda merinding dan selalu membuat penasaran, yuk kita simak... beginilah ceritanya...

Cerita I
Cerita kisah mistis nenek gayung versi Kasus yang diceritakan oleh Sania: Ketika itu ada 2 orang laki-laki naik motor, dia ngeliat nenek gayung. Nenek itu berpakaian hitam dari atas sampai bawah dan dia bawa gayung sama tikar. Lalu si 2 orang itu nyamperin nenek dan nanya "Nenek mau kemana?". Nenek pun menjawab "Nenek mau mati, nenek minta dimandiin nak" kata nenek itu. Setelah lama bercakap cakap, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatuh dan warga pun mengerubungi motor itu, yang ada hanya si orang dan neneknya sudah menghilang. Cuma yang bawa motor aja yang meninggal, yang satunya tidak meningggal.
Cerita II
Di Jakarta sekarang lagi dibangun Busway, si nenek itu ceritanya mau cari tumbal buat pembangunan busway. Nenek itu muter-muter di sekitar Jakarta Timur. Kalo kita ngobrol dengan si nenek itu, pada malam hari nya kamu bakal dimandiin sama si nenek dan besoknya meninggal.
Cerita III
Pertama denger tentang nenek gayung tuh dari keponakan saya, dia bilang ada setan nenek nenek bawa gayung, payung, tiker. huaaaha ngakak saya dengernya. kebanyakan nonton trailer film horror Indonesia yang ga jelas nih bocah, pikir saya.

ehm ehm.. berapa hari kemudian, kaka saya (ibunya keponakan saya yang tadi ngomong ada nenek gayung) masuk rumah, langsung kayak orang dikejar kang kredit, engap engapan “ci, coba buka internet, cari berita nenek gayung! katanya dia udah nyampe rawa bebek” buahahahahahahahahahhhh “ngaco ! mana ada sih ka, nenek gayung. trus ngapain juga dia di rawa bebek?” “dia itu katanya penunggu walikota yang kaga demen ama pembangunan busway, trus dia keliling jaktim, nyari tumbal. makanya coba napa lu cari di internet !” ahh bawel amet, saya buktiin kan akhirnya, jeng jeng jeng…….. walah ada ternyata ! banyak malah beritanya ! buseeeehh, tambah resah aja dah kakak saya.

besoknya bocah bocah cere plus emak emak mereka pada dateng ke rumah saya, pada minta ngeliat berita nenek gayung. alamaaaaakkkk.. ternyata masayarakat gang abadi (tempat saya tinggal) sudah di resahkan oleh si nenek gayung ini yang konon kata mbah google, kalo mas dan mba ketemu plus negor tuh nenek, maka 2 / 3 hari kemudian anda akan ditemukan tewas mengenaskan. kata mbah google juga, udah ada korbannya loh.

walaaaaaah, setelah gangguan si kolor ijo, siap siap lah anda dengan gangguan si nenek gayuuung… yiiiiiiihhhhaaaaaaaaaaa…..
Kisah nenek gayung dari berbagai sumber

wah kalo yang versi 2 orang naik mtr itu ky'a HOAX deh gan, soalnya malam kejadian gue anter nenek gue ke rs. islam, nah pas gue lagi nunggu ada pasien kecelakaan gan, yang satu tewas gan, tmnnya sih engga, menurut tmnnya mereka ngantuk di jalan pas balik kerja, alhasil mereka berdua nabrak portal pembatas busway.
Gan rumah ane juga di kampung sumur rt 12 rw 17...emang gan cerita ni lagi santer di rumah ane, deket rumah ane ada tuh yang nyapa nenek tuh pas lagi month pulang kalo gak salah jam 10an malam...besok nya tuh orang meninggal abis nyapa tuh nenek...sereeem takuut gan..
Nenek gayung memang ada gan dia emang makhluk astral dan sosoknya rada pendek, pakai baju setelan hitam-hitam, rambut sebagian hitam sebagian putih, muka rada putihan dan agak sipit, tidak pakai kacamata dan bawa gayung warna putih.
NB: Jadi nanti kalo sesuatu saat kamu di tanya sama nenek-nenek itu dan bertatapan langsung jangan pernah buka mulut alias diam aja yah, kalo lagi di tanya dan anggap aja nenek-nenek itu gak ada gan...
Percaya atau tidak percaya... believe it or not this is just a myth. Cerita kisah mistis nenek gayung tikar di bkt jakarta timur ini, kami ambil dari berbagai sumber termasuk dari kaskus. Anda harus berpikir dengan jernih, ini hanya sekedar mitos yang jauh dari kebenarannya. Isu ini disebarkan oleh orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. 

Ini hanya ada di Indonesia... unsur mistik masih kuat melekat di benak pikiran masyarakat Indonesia. Sebuah fenomena yang berujung pada kemusyrikkan akan terus tumbuh subur di Indonesia apabila kita tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat. Ini hanya sebuah cerita, mitos, kisah nenek gayung di bkt kota jakarta timur, semoga anda merasa terhibur dengan mitos cerita tersebut ^;^

Tuesday, January 31, 2012

Sahabat Sejati

Oleh: Giacinta Hanna


Terilhat wajahnya begitu cerah bercampur rasa bangga mengalami begitu banyak orang yang menyapa, begitu banyak orang yang memberikan perhatian. Dia memang sedang populer dikalangan para pedagang karena sukses menjual barang dalam waktu singkat. Waktu yang tidak pernah dicapai oleh rekan-rekannya yang lain.

Dia menjamu banyak kawan di hotel-hotel berbintang untuk menunjukkan kesuksesannya.
"Bapak memang hebat", puji seorang kawan sambil menepuk bahunya dengan kagum.
Dia tertawa sumringah, hampir lupa daratan.
"Pak, jangan sungkan-sungkan menghubungi saya ya jika Bapak membutuhkan sesuatu", ujar kawan yang lainnya sambil memberikan kartu nama. Dia kembali tertawa namun kali ini lebih lebar karena senang ada 'klien' dari perusahaan besar yang mulai melirik bisnisnya.

Namun ada pepatah menyebutkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Kehidupan ini selalu berubah silih berganti. Ada siang ada malam, ada senang ada susah, ada kaya ada miskin. Begitu pula dengan kehidupan dia. Tak terasa kesuksesan menjual yang diraihnya amblas pula dengan cepat akibat kebanggaan diluar batas. Dia bergitu percaya diri menjual barang kepada seorang sahabatnya dalam jumlah besar. Dia memperkirakan akan mendapatkan untung yang lebih besar. Tanpa diduga, sahabatnya tidak membayar barang-barang yang sudah dipesannya. Sahabatnya menghilang tanpa diketahui rimbanya. Dia hanya termenung. Bingung mencari uang pengganti barang-barang yang hilang. 

Dalam kebingungan, tanpa dia duga seorang teman lama menghubunginya. Adi namanya. Dia terkejut. Adi sering dia ejek-ejek karena lambat berbisnis. Akhirnya hubungan mereka menjadi renggang ketika dia kaya raya dan sukses. Dia jarang sekali mengundang Adi ke pesta-pesta yang dibuatnya. Padahal Adi pulalah yang telah menolongnya dulu ketika dia kesulitan mencari pekerjaan. 

Rupanya teman yang terlupakan selalu memperhatikan sahabatnya meskipun telah dicampakkan. Adi selalu mengamati kehidupan sahabatnya dari jauh. Tak terasa namun ada. Akhirnya dia menawarkan diri untuk menolong sahabatnya agar bisa keluar dari kesulitan. Adi merelakan tabungannya dipinjam untuk membayar barang-barang yang hilang. 

Dari cerita diatas kita bisa melihat bahwa ketika kita senang, kaya raya, populer, banyak orang yang kenal bahkan seperti sahabat yang bersedia menemani. Namun janganlah lupa bahwa akan sangat sulit mendapatkan sapaan dan perhatian ketika kita susah dan jatuh miskin.

Perhatian tulus dari seseorang ketika kita susah memberi tanda bahwa dialah sahabat sejati. Sahabat yang selalu ada baik kita senang maupun kita susah. Dan janganlah kita melupakan sahabat yang sudah sangat setia bersama  kita sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun. 

Ada Gula Ada semut
Tony Q Rastafara

Kala kalung emas berlian
Melingkar di leher
Semua kemewahan
Uang tak ada serinya..
Sering kali teman, saudara,
Pasang muka manis, senyum lebar
Mengharap manismu

Kemana kau pergi
Selalu diikuti
Segala kebutuhan
Mereka siap melayani
Bahkan menjilat pantat
Akan dilakukannya
Dengan senang hati
Menunggu imbalan…

Suatu saat kemilau jatuh
Sinar redup semakin gelap
Habis manis sepah dibuang
Emas berlian tinggal kenangan
Satu – satu persatu
Semut semut menghilang
Mencari cari gula gula
Gula lainnya….