Wednesday, March 19, 2008


Never stop asking anything to Lord
He will hear your need
He will answer soon or later
Lord know your need
Stay work, hope and pray

It's will give you a peacfully
More happiness
Fun
Easy feeling
in your heart.

Happy Easter Day!
March 23rd, 2008

Tuesday, March 18, 2008

Sunday, March 16, 2008

HARI HENING DUNIA

Rekan-rekan penghuni bumi, Berikut ini kami sampaikan himbauan dan ajakan mematikan peralatan listrik selama empat jam pada 21 Maret 2008, sebagai bagian dari kontribusi individu mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini adalah langkah awal kampanye mencanangkan 21 Maret sebagai HARI HENING DUNIA (World Silent Day). Kampanye tersebut dipelopori masyarakat dan LSM Bali yang tergabung dalam Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim pada konferensi PBB mengenai perubahan iklim di Bali Desember 2007 lalu. 21 Maret adalah juga Hari Air dan hari pertama musim semi di utara – simbolisasi dari kehidupan. Mohon kampanye ini disebarkan ke jaringan anda. BERI SATU HARI UNTUK BUMI BERNAFAS.

Friday, March 14, 2008

SOME WAYS TO REDUCE STRESS...

'Never borrow from the future. If you worry about what may happen tomorrow and it doesn't happen, you have worried in vain. Even if it does happen, you have to worry twice.'

1. Pray

2. Go to bed on time.

3. Get up on time so you can start the day unrushed.

4. Say No to projects that won't fit into your time schedule, or that will compromise your mental health.

5. Delegate tasks to capable others.

6. Simplify and unclutter your life.

7. Less is more. (Although one is often not enough, two are often too many.)

8. Allow extra time to do things and to get to places.

9. Pace yourself. Spread out big changes and difficult projects over time; don't lump the hard things all together.

10. Take one day at a time.

11. Separate worries from concerns . If a situation is a concern, find out what God would have you do and let go of the anxiety . If you can't do anything about a situation, forget it.

12. Live within your budget; don't use credit cards for ordinary purchases.

13. Have backups; an extra car key in your wallet, an extra house key buried in the garden, extra stamps, etc.

14. K.M.S. (Keep Mouth Shut). This single piece of advice can prevent an enormous amount of trouble.

15. Do something for the Kid in You everyday.

16. Get enough rest.

17. Eat right.

18. Get organized so everything has its place.

19. Listen to a tape while driving that can help improve your quality of life.

20. Write down thoughts and inspirations.

21. Every day, find time to be alone.

22. Having problems? Talk to God on the spot. Try to nip small problems in the bud. Don't wait until it's time to go to bed to try and pray.

23. Make friends with Godly people.

24. Keep a folder of favorite scriptures on hand.

25. Remember that the shortest bridge between despair and hope is often a good 'Thank you Jesus.'

26. Laugh.

27. Laugh some more!

28. Take your work seriously, but not yourself at all.

29. Develop a forgiving attitude (most people are doing the best they can).

30. Be kind to unkind people (they probably need it the most).

31. Sit on your ego.

32. Talk less; listen more.

33. Slow down.

34. Remind yourself that you are not the general manager of the universe.

35 . Every night before bed, think of one thing you're grateful for that you've never been grateful for before. GOD HAS A WAY OF TURNING THINGS AROUND FOR YOU.

Thursday, March 13, 2008

Si "Pukat Ikan" Penyelamat Bumi

Dalam film itu terlihat dua ekor beruang putih di Kutub Utara sedang mencukur bulu-bulunya sampai habis karena kepanasan. Setelah plontos, kedua beruang itu tersenyum lega.

Film yang ditayangkan dalam acara kampanye lingkungan oleh perusahaan Greenpeace, ingin menunjukkan dampak dari permasalahan perubahan iklim dan pemanasan global, yang mempengaruhi kehidupan satwa-satwa di Kutub Utara karena meningkatnya suhu udara.

November 2007 yang lalu secara tidak sengaja saya membaca di salah satu milis bahwa masyarakat diberi kesempatan melihat gratis kapal Rainbow Warrior milik aktivis pencinta lingkungan Greenpeace di Tanjung Priok. Kapal itu akan berlabuh selama enam hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali.

Membaca kata “gratis” dan Greenpeace, hati saya tergerak untuk mengajak keluarga menyaksikan secara langsung kapal terkenal nan legendaris itu. Selain murah meriah karena hanya mengeluarkan ongkos tol dan bensin, kegiatan itu bisa membuat pengetahuan anak-anak bertambah dan bahkan mungkin hati mereka dapat tergugah untuk lebih mencintai lingkungan.

Tentu tidak mulus jalan ke Greenpeace. Penolakan datang dari anak saya yang sulung. Dia mengatakan, “Ma, udahlah kita ke mal aja. Untuk apa kita ke Tanjung Priok?”

Saya jelaskan bahwa ini adalah kesempatan langka, karena Rainbow Warrior hanya datang sekali setahun. Rainbow Warrior adalah kapal yang mengelilingi bumi untuk mengkampanyekan perlawanan tehadap kemapanan kaum perusak lingkungan alam. “Mumpung kapalnya ke sini kita bisa menyaksikan secara langsung bagaimana bentuk fisiknya dan menjelajahi seluruh isi kapal itu,” kata saya.

Mudah-mudahan saya bisa menularkan semangat saya kepada anak-anak. Dalam benak saya tergambar bentuk kapal itu mirip dengan kapal pesiar di film Titanic yang megah dan mewah, lengkap dengan semua fasilitasnya. Tentunya bangga sekali jika pernah menginjakkan kaki bahkan merasakan tinggal didalamnya meskipun hanya beberapa menit.

Ternyata tidak semudah itu untuk melihat langsung si “Pukat Ikan” yang dahulunya digunakan untuk menangkap ikan. Begitu banyak peminat yang datang dan kami semua harus mengantri untuk mendapatkan giliran. Mata kami mencari-cari letak kapal itu. Namun yang kami lihat hanya kapal kecil berwarna hijau dengan tanda pelangi di tubuhnya.

“Dik, yang mana ya kapal Rainbow Warrior itu?” tanya saya kepada salah satu sukarelawan Greenpeace berkaus hitam.

“Yang itu, Bu. Yang berwarna hijau dengan tiga tiang layar,” ujarnya sangat ramah.

Sambil menunggu giliran, kami diajak melihat-lihat berbagai foto tentang kerusakan lingkungan di daerah Riau dan dengan penuh semangat dia memberikan keterangan satu persatu dari setiap foto yang ada.

“Inilah bahayanya bila terjadi kebakaran di hutan gambut seperti Riau. Hanya karena sepuntung rokok, api bisa menjalar dalam hitungan menit dan asap yang dihasilkannya bisa mencemari udara,” ujarnya.

Selain foto-foto juga disajikan film dokumenter mengenai satwa-satwa yang telah kehilangan habitatnya, perjuangan melawan keserakahan manusia di berbagai tempat, bencana alam yang mengakibatkan manusia menderita dan perubahan suhu akibat lingkungan yang tercemar.

Film diselingi dengan cerita beruang putih yang mencukur bulunya sampai habis karena udara di Kutub Utara sebagai habitatnya mulai terasa panas. Kami sekeluarga menerima kenyataan baru bahwa bumi yang kami pijak ini akan punah sewaktu-waktu.

Udara yang panas tidak melunturkan semangat kami untuk mendapatkan kesempatan menjejakkan kaki di dalam kapal itu. Setelah tiba giliran, kami menaiki tangga besi dengan hati-hati. Tangga terlihat kurang kokoh dan bergoyang-goyang namun kami semua mengabaikannya. Setelah sampai di atas, terasa angin kencang mulai menerpa wajah.

Kapal Rainbow Warrior bukanlah kapal megah, besar dan mewah seperti bayangan saya semula. Kapal dengan panjang 55,2 meter ini sudah berusia 40 tahun dan aktif dalam gerakan protes lingkungan era akhir ‘70-an dan awal ‘80-an yaitu mengenai perburuan anjing laut, ikan paus dan uji coba nuklir.

Nama Rainbow Warrior atau Satria Pelangi diambil dari cerita rakyat suku Indian. Dalam legenda Indian, Rainbow Warrior adalah nama salah satu tokoh yang selalu memerangi perusak lingkungan di hutan Amazon.

Dipandu sukarelawan dari Greenpeace kami melihat bagian buritan kapal, kemudian pada bagian kemudi, dan sampai di bagian depan. Bagian terunik dari kapal ini adalah empat barang peninggalan kapal Greenpeace yang pertama berupa kompas, lonceng, kemudi dan ukiran kayu berbentuk lumba-lumba bernama Dave. Dalam rongga ukiran kayu ada botol yang berisi pesan masa depan (time capsule).

Kapal Greenpeace yang pertama tenggelam di pelabuhan Auckland, Selandia Baru setelah diledakkan oleh dinas rahasia Perancis pada 10 Juli 1985. Saat itu para aktivis mendapat terror besar-besaran karena menentang percobaan nuklir Perancis. Kejadian itu menewaskan seorang fotografer yang tertidur di dalamnya, bernama Fernando Pereira. Rainbow Warrior adalah kapal pengganti. Di samping Rainbow Warrior, Greenpeace memiliki dua kapal lain Arctic Sunrise dan Esperanza yang sering beraksi di bawah laut dan bumi bagian utara hingga ke kutub.

Dengan berdecak kagum, kami membayangkan perjuangan mereka melawan kaum perusak lingkungan. Dengan tiga kapal kecil mereka berani bergerak ke seluruh dunia untuk menyelamatkan bumi. Sering kali kapal kecil ini mengejar kapal-kapal besar di laut untuk mencegah tindakan yang merusak ekosistem laut. Tidak sedikit sukarelawan yang menjadi korban dan meninggal.

Sesuai dengan namanya Greenpeace, mereka beraksi dengan prinsip cinta dan perdamaian. “ Kekompakkan dan koordinasi akan terjalin jika dilandasi dengan prinsip tersebut, “ sukarelawan Greenpeace itu mengakhiri keterangannya.

Rupanya penampilan fisik kapal itu mengelabui kami semua. Sekalipun kecil, kapal itu mengandung makna yang dalam yaitu semangat juang yang besar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan demi menyelamatkan bumi.

Setelah turun dari kapal, suami saya menghampiri salah satu posko dan dengan antusias mendaftar menjadi donatur. Di perjalanan pulang, kami berbincang seru mengenai lingkungan.

“ Ma, barang-barang bekas itu harus kita kumpulkan untuk pemulung,” ujar si Sulung. “ Beli pohon terus kita tanam di depan rumah supaya udara lebih segar dan bersih, “ ujar adiknya.

Yah, semangat Greenpeace mulai menulari jiwa kami.

Wednesday, March 12, 2008

TUNAS HIJAU
(Green Bud)

Kupandang hamparan rumput
I am seeing grasses carpet
Hijau berkilau
Lighting green
Pancarkan kesejukan
shinning cooled
Sebarkan keharuman
fragrance spreeding
Kurasakan lembutmu rumput
I can feel your soft grass
Saat kakiku
When my leg
Injakkan langkah kecil
Treading on small step
Nikmati bermain di alam
Enjoy playing in the world
Rumput-rumput terbentang
Carpet grasses
Permadani alam
Nature carpet
Rumput-rumput yang hijau
The green grasses
Nan indah warnamu
How your colour is very beautiful
Bergoyang
Moving
Indahnya
It's beautiful
Misteri dunia
World's mysteri

Sunday, March 2, 2008

TanggungJawab Manusia
Menyelamatkan Bumi

Tuhan menciptakan alam semesta berserta isinya ditujukan untuk kesejahteraan manusia dan diharapkan manusia mampu memeliharanya dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Namun sifat duniawi manusia seringkali lebih mempengaruhi yang mengakibatkan manusia tergelincir kedalam tindakan menjauh dari kehendakNya yang akhirnya mengancam kehidupan dan tempat hidup manusia itu sendiri.

Species satwa dalam habitat tertentu punah karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, air sering dicemari oleh limbah rumah tangga dan indistri, kotoran hewan, kotoran manusia atau bahan kimia dan pupuk yang mudah larut. Sedangkan udara umumnya telah dicemari oleh berbagai zat yang berbahaya yang berasal dari proses pembakaran bahan fosil di pabrik (6,8 %), kendaraan (70,6 %), sistem pemanas dan pembangkit listrik (10,3 %), dan lain-lain seperti sampah, semprotan bahan kimia, dll (12,3 %). Hal ini diperparah jika kita tinggal di kota yang banyak sinar matahari karena udara ini akan lebih pekat.

Perubahan lingkungan mengakibatkan ketidakseimbangan dalam ekosistem dan timbul bencana-bencana seperti banjir, longsor, dll. yang mengakibatkan penderitaan dimana-mana seperti kemiskinan , kelaparan , kehilangan mata pencaharian dan lain-lain.

Melihat kenyataan ini, kita sebagai ciptaanNya yang tertinggi seharusnya peduli dan khawatir akan masa depan bumi yang suatu saat pasti punah jika kita tidak memperbaikinya mulai dari sekarang melalui perubahan moral, sikap dan perilaku.

Dalam setiap kesempatan, kita meng-introspeksi diri yaitu mengenal siapa diri kita dibangdingkan Tuhan. Hal ini akan membuat kita berlutut dalam kerendahan hati dan memberikan kepekaan visi dan sikap yang positif .

Rasa keimanan kita kepadaNya akan bertambah jika kita menyadari ini semua dan merasa bertanggung jawab untuk tetap memelihara potensinya secara berkelanjutan, yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi-aspirasi bagi generasi mendatang.

Contoh usaha nyata untuk memperbaiki lingkungan adalah melalui "Gerakan Hidup Bersih-Sehat-Peduli Lingkungan" yaitu :

  1. Prosentasi pencemaran terbesar yang berasal dari kendaraan (70,6 %) diperbaiki dengan menanam pohon-pohon rindang dan bermassa daun padat agar O2 yang dihasilkan lebih banyak dan mengurangi CO2 sehingga udara menjadi lebih bersih dan segar
  2. Mengubah perilaku terhadap sampah menjadi berkah dengan mengurangi timbunan sampah di TPA melalui bebagai macam cara seperti :
  • Memilah sampah organik dan anorganik,
  • Mengurangi pemakaian barang-barang yang akan menjadi sampah terutama plastik,
  • Memakai ulang barang-barang yang diperlukan,
  • Mendaur ulang sampah rumah tangga,
  • Sampah organik dijadikan pupuk / kompos
  • Sampah an-organik bersih dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.